Saturday , 1 November 2014

CPNS Bekasi : Tahun ini tidak ada penerimaan CPNS

Pemerintah Kota Bekasi tak akan membuka pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) untuk tahun ini. Pasalnya, PNS yang ada saat ini pun sudah melebihi kapasitas.

Pelaksana Tugas Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi tidak spesifik merinci kelebihan kapasitas jumlah PNS di Kota Bekasi. Ia hanya memperlihatkan belanja pegawai yang mendominasi APBD 2011.

"Belanja pegawai sampai 60 persen, sedangkan belanja publik hanya 40 persen. Dalam belanja publik itu pun masih ada yang diperuntukkan bagi PNS berupa honor penyelenggaraan kegiatan. Idealnya, belanja publik yang lebih banyak atau setidaknya sebanding dengan belanja pegawai ," kata Rahmat saat ditemui Kamis (28/7).

Ia pun mencontohkan berlebihnya pegawai PNS terlihat dari staf di sebuah bagian yang jumlahnya mencapai 20 orang. Padahal beban kerja di bagian tersebut sanggup diselesaikan oleh dua orang saja.

Contoh lain terlihat di kantor-kantor kelurahan. Pegawai yang bertugas tidak proporsional dengan jumlah masyarakat yang harus dilayani. Tidak hanya terlihat di salah satu kantor kelurahan, kondisi seperti itu jamak ditemui di lokasi lainnya. Demikian pula dengan kondisi di semua kantor Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang ada.

Kondisi tersebut, selain membuat kinerja pegawai menjadi tidak maksimal karena beban kerja yang terlalu ringan, juga berdampak pada beban pembiayaan. Sekitar 55 persen APBD atau setara dengan Rp 1,1 miliar hanya digunakan untuk menggaji para PNS dan Tenaga Kerja Kontrak yang saat ini totalnya sebanyak 18 ribu pegawai.

Rahmat menyadari kondisi ini tidak bisa dibiarkan berlanjut. Akan tetapi untuk mengambil langkah ekstrim merampingkan jumlah PNS dan TKK pun ia tak berani menanggung risiko politik yang mungkin timbul. Sebab sebagai pelaksana tugas wali kota, kewenangan yang dimilikinya terbatas. Langkah yang paling mungkin diambilnya ialah merampingkan fungsi dan kompetensi pegawai melalui rasionalisasi dan pengetatan disiplin.

"Cara lain ialah melalui remunerasi. Makin tinggi jumlah remunerasi yang diterima, menunjukkan pegawai yang bersangkutan cukup produktif. Adanya kebijakan remunerasi ini mudah-mudahan memicu pegawai untuk bekerja secara profesional dan patuh serta disiplin pada aturan," katanya. Sumber: pikiran-rakyat.com

Leave a Reply

Content Protected Using Blog Protector By: PcDrome.