Thursday , 18 December 2014

CPNS Jateng: Gubernur Bersikukuh Rekrutmen CPNS Terpusat

Gubernur Jateng Bibit Waluyo menegaskan keinginannya agar pelaksanaan rekrutmen calon pegawai negeri sipil (CPNS) pada tahun ini bisa terpusat di provinsi. Hal itu dimaksudkan untuk mempermudah pengendalian proses perekrutan tersebut pegawai serta berkaca pada rekrutmen mandiri tahun lalu yang dinilai kacau.

"Kami sudah memberikan petunjuk, penyelenggaraan CPNS terpusat provinsi. Namun, ada daerah (kabupaten/kota-red ) yang menggelar sendiri, risikonya pun ditanggung sendiri," kata Bibit Waluyo di Semarang, Jumat (17/6).

Diakuinya, pemerintah kabupaten/kota memang memiliki nilai strategis ataupun kewenangan mengadakan rekrutmen calon pegawai negeri sipil sendiri.  Namun, alangkah baiknya bila pelaksanaannya terkendali atau terpusat. Dengan terpusat, maka proses rekrutmen diharapkan lebih transparan dan menekan angka kecurangan.

Berkaitan dengan dugaan penyimpangan percaloan CPNS yang melibatkan anggota DPRD Provinsi Jateng Mustofa, pihaknya menegaskan, biarlah aparat penegak hukum yang mengusutnya. Siapa pun yang melakukan penyimpangan, maka yang bersangkutan harus diusut.

Sejak awal, Bibit Waluyo mengaku sudah menyampaikan, tak ada jaminan seseorang untuk bisa meluluskan peserta ujian lolos dalam rekrutmen CPNS. Kelulusan peserta ujian tersebut merupakan hasil karya sendiri, mereka telah diuji materi terlebih dulu.

Dalam pelaksanaannya pun juga melibatkan kalangan akademisi. "Soalnya pun bersifat rahasia, aku dewe yo ora ngerti (Saya sendiri juga tidak tahu-red)," tandasnya.

Karena itu, tingkat penyimpangan sebenarnya sangat kecil. Bila memang ada, hal tersebut perlu diusut lebih lanjut. Masyarakat juga diminta tak mempercayai adanya bujukan atau iming-iming seseorang yang mengaku dapat memasukan jadi CPNS.

Sementara itu, anggota DPRD Jateng Mustofa yang diduga melakukan penyalahgunaan wewenang berkaitan dengan perekrutan CPNS tersebut masih belum diketahui keberadaannya. Jumat (17/6), yang bersangkutan pun tak terlihat masuk kantor di DPRD Jateng.

Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Jateng Nuniek Sri Yuningsih mengaku berencana akan menggelar persidangan untuk menyelesaikan persoalan Mustofa tersebut. Menurut dia, BK sudah mengamankan barang bukti dari empat orang saksi yaitu kuitansi tanda penyetoran transfer ke bank serta setoran penerimaan uang. Untuk kuitansi setoran penerimaan uang ini dilengkapi tanda tangan Mustofa sendiri. [http://suaramerdeka.com]

Leave a Reply

Content Protected Using Blog Protector By: PcDrome.