Friday , 24 October 2014

CPNS Toraja Utara 2010 terima SK

Sebanyak 331 dari 340 calon pegawai negeri sipil (CPNS) yang lolos seleksi CPNS di Toraja Utara tahun lalu, akan menerima surat keputusan (SK) pengangkatan mereka sebagai pegawai negeri sipil (PNS), Senin (18/4) hari ini. Sembilan orang lainnya, tidak diproses berkas SKnya karena masih bermasalah dengan ijazah mereka yang diduga palsu.

Seperti dirilis koran Palopo Pos, Kepala Badan Kepegawaian (BKD) Toraja Utara, Yosephina S Pali, mengatakan kesembilan CPNS yang diduga menggunakan ijazah palsu ini tidak diproses berkasnya oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN).
“Berkas mereka tidak diproses karena ijazah yang mereka gunakan diduga palsu,” kata Yosephina, dikutip Palopo Pos.

Yosephina mengatakan pihaknya masih menunggu petunjuk dari pimpinan daerah dan BKN untuk mengganti kesembilan CPNS yang diduga menggunakan ijazah palsu ini. Karena, menurut dia, jika tidak diganti maka pemerintah kabupaten Toraja Utara akan mengalami kerugian di tengah kekurangan tenaga guru yang melanda kabupaten baru itu.
“Yang jelas pasti kita rugi karena ada Sembilan formasi CPNS kita yang hilang. Tapi saya harus konsultasikan dulu kepada bapak bupati bagamana jalan keluarnya,” ujar Yosephina.

Penyerahan SK PNS kepada CPNS kabupaten Toraja Utara akan diserahkan oleh bupati Frederik Batti Sorring di Gedung Art Centre Rantepao. “Bapak bupati yang akan menyerahkan langsung SK itu,” kata Yosephina.

IJAZAH PALSU BELUM DIUSUT

Sementara itu, hingga akhir pekan lalu, kepolisian resor (polres) Tana Toraja mengaku belum menerima laporan dugaan penggunaan ijazah palsu saat rekrutmen calon pegawai negeri sipil (CPNS) tahun 2010 di kabupaten Toraja Utara.
“Belum ada laporan yang masuk soal itu,” ujar Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Kasatreskrim) Polres Tana Toraja, AKP Suprianto saat dihubungi Palopo Pos.
Suprianto mengatakan, polisi masih menunggu laporan dari masyarakat maupun pemerintah kabupaten Toraja Utara, atau pihak lain yang merasa dirugikan dengan penggunaan ijazah palsu itu. Menurutnya, pemalsuan ijazah merupakan tindak criminal dan pelakunya harus ditindak tegas. Karena tidak menutup kemungkinan, kasus dugaan ijazah palsu pada penerimaan CPNS melibatkan sindikat dan memiliki jaringan luas di berbagai kota/kabupaten, seperti yang sudah pernah terungkap sebelumnya.
“Kalau sudah laporannya diterima, kami segera. melakukan penyelidikan untuk menelusuri kebenaran penggunaan ijazah palsu itu,” tandasnya.

Leave a Reply

Content Protected Using Blog Protector By: PcDrome.