Tuesday , 21 October 2014

Dinyatakan Lulus CPNS, KKR Akhirnya Menganggur

Sebagian besar CPNS Kabupaten Kubu Raya 2010 yang telah dinyatakan lulus sesuai dengan pengumuman yang disampaikan Bupati Kubu Raya di media cetak, sampai saat ini terus dirasuki perasaan was-was.

Terlebih sejak dinyatakan lulus pada akhir 2010 lalu, CPNS Kubu Raya yang sebagian besar sudah bekerja baik di swasta maupun di lembaga pemerintahan dengan status tenaga honorer, sejak 1 Januari sudah tidak lagi mendapat perpanjangan kontrak kerja (sekarang mengangur).

"Sejak nama saya diumumkan dikoran dan dinyatakan lulus sebagai CPNS Kubu Raya 2010, kontrak kerja saya sudah tidak diperpanjang lagi," kata Nurdiansyah, seorang peserta CPNS Kubu Raya yang sejak tiga tahun terakhir di salah salah satu instansi Pemerintah Kabupaten Kubu Raya dengan status honorer, di Pontianak, Rabu (27/4/2011).

Nurdiansyah yang akrab disapa Yayan, dengan formasi Arsiparis ini mengaku bingung harus melakukan apa lagi, sebab sejak awal 2011, dirinya sudah tidak lagi bekerja. Pria yang hobby memelihara burung Murai ini juga mengaku sudah banyak menjual burung peliharaannya.
"Sudah lebih dari lima burung peliharaan yang saya jual untuk bertahan hidup. Mau minta kepada orang tua, pasti malu. Apalagi orang tua juga tunggu-tungguan kapan anak saya akan dilantik jadi CPNS," kata Yayan.

Ia berharap, polemik yang menimpa CPNS Kabupaten Kubu Raya menemukan titik terang dan bisa memberikan harapan yang jelas baginya dan keluarga.
"Yang kami minta hanya kepastian NIP kami kapan dikeluarkan oleh Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi dan Birokrasi (Menpan dan RB), dan kami menolak tegas adanya tes ulang dalam bentuk apapun," tegas Yayan.

Tidak hanya itu Purwati, seorang CPNS dari formasi guru kelas SD. Ibu dua anak yang sudah malang melintang menjadi tenaga guru honorer di Kecamatan Rasau Jaya Kabupaten Kubu Raya sejak lima tahun lulusan Universitas Terbuka Pontianak ini mengaku merasa bingung sampai kapan harus menunggu.

Sebab, informasi maupun kepastian terkait dikeluarkannya SK atau NIP hingga sekarang belum juga mendapatkan kepastian.
Kemudian CPNS formasi Guru SMA, Nurhadiansyah, mengatakan sebagai kabupaten baru dimekarkan, Kubu Raya merupakan daerah berkembang. Kebutuhan terhadap tenaga pengajar, kesehatan maupun teknis sangat diperlukan untuk mendukung proses pembangunan dan jalannya roda pemerintahan.

Di beberapa kecamatan, masih banyak sekolah-sekolah yang kekurangan tenaga pengajar.
"Sebagai penyelenggara pemerintahan, tentunya Pemda Kubu Raya, Pemprov Kalbar, BKN maupun Menpan dan RB bisa mencarikan solusi terbaik guna mendukung percepatan keluarnya NIP dan SK 236 CPNS yang telah dinyatakan lulus," ujar Nurhadiansyah.

"Kita malu dan beban moral yang harus dipikul apalagi kita sudah selamatan kelulusan dengan mengundang keluarga, tetangga, dan sudah potong kambing. Bakan saya juga sudah membuat baju dinas yang akan dikenakan pada saat nanti," katanya.

Sementara itu Juru bicara Forum CPNS 2010, Meilani Mustikasari, berharap seluruh CPNS yang dinyatakan lulus tahun 2010 untuk tetap tenang dan berdoa serta tidak terpancing oleh isu-isu yang tidak bertanggungjawab.

"Kita tunggu saja hasil keputusan Menpan, mudah-mudahan saja keputusan tersebut sesuai dengan apa yang kita harapakan bersama," katanya.

Meski demikian, seorang peserta test CPNS 2010 yang kurang beruntung yang dinyatakan tidak lulus, Taufiq, S.Pd, merasa hal seperti itu sudah tidak perlu dipermasalahkan.

“Kami pikir, semua nilai dan hasil test sudah diumumkan secara terbuka dengan urutan rankingnya, dan tidak perlu adanya tes ulang. Lantik saja mereka yang telah lulus,” ujar Taufiq.
(ade)[via]

Content Protected Using Blog Protector By: PcDrome.