Sunday , 26 October 2014

Hati-hati dan Waspadai Sindikat Calo CPNS

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Singkawang, Sofian Fachri mengimbau masyarakat tidak mudah terpancing dengan rayuan pihak-pihak tertentu untuk dijadikan PNS. “Saya menerima laporan langsung dari salah satu warga, dia mengaku telah memberikan sebanyak Rp20 juta (secara bertahap) kepada seseorang yang mengaku bisa menjadikan korban sebagai pegawai negeri,” kata Sofian Fachri, Senin (26/9) kepada wartawan.Diceritakan Sofian, korban mengaku didatangi seseorang dengan membawa foto kopi surat yang ber kop BKD dan bertanda tangan Kepala BKD Kota Singkawang. Di mana isi surat itu menyebutkan bahwa korban diharapkan datang ke BKD pada 28 Oktober nanti untuk mendapatkan SK CPNS.

“Saat menyerahkan surat itu ke korban, pelaku yang diduga warga Singkawang ini meminta uang lagi. Jadi kalau sudah dikumpulkan, selama berhubungan antara korban dan pelaku sudah mencapai Rp20 juta. Karena sudah merasa ditipu, akhirnya korban yang merupakan remaja putri ini melaporkan ke saya,” katanya.Setelah di lihat surat foto kopi korban, lanjutnya, dari situ nampak naskah surat tidak sama dengan resmi (BKD). Kemudian pelaku memuat foto kopi tanda tangan Kepal BKD. “Tanda tangan saya kan mudah didapat, kemudian pelaku foto kopi dan ditempel kan ke surat itu,” katanya.Dimungkinkan aksi ini, lanjut Sofian, dilakukan oleh sindikat. Kemudian ibu-ibu (Pelaku) sebagai orang perantara. Di perkirakan juga, korban dari aksi ini tidak hanya satu.

“Karena korban mengaku melihat daftar calon CPNS yang kena tipu sebanyak 50 an orang,” katanya.Sofian pun mengimbau, kepada warga yang merasa dirinya menjadi korban. Supaya mengklarifikasi ke BKD untuk minta penjelasan. Sementara itu, kepada masyarakat luas, jangan sampai mudah terbedaya janji untuk bisa diangkat menjadi CPNS. “Kalau penerimaan PNS resmi kan pasti disosialisasikan. Dan ada prosedur nya, di mana pertama ada penetapan formasi dari Menpan, kemudian dari penetapan diumumkan ada seleksi CPNS, lalu peserta yang mau ikut mendaftar, diberikan nomor peserta, ikut tes seleksi di tempat yang ditentukan, selesai di seleksi, lalu pengumuman ke lulusan, dilanjutkan dengan kelengkapan data untuk NIP. Dari BKN menetapkan NIP nya, selanjutnya dibuatlah SK dan penetapan,” katanya. (fah) Sumber: pontianakpost.com

Leave a Reply

Content Protected Using Blog Protector By: PcDrome.