Sunday , 26 October 2014

Kabar Gembira Guru Bantu Angkatan 2004 Bakal Diangkat jadi CPNS

Para guru bantu nasional yang direkrut pada 2004 atau tenaga honorer kategori I (dibiayai APBN atau APBD) kembali mendapat angin segar. Badan Kepegawaian Negara (BKN) menyatakan bahwa mereka akan diangkat menjadi calon pegawai negeri sipil (CPNS) tahun ini.

Kepala Bagian Humas BKN Tumpak Hutabarat menjelaskan, pengangkatan ini bakal diumumkan setelah PP tentang Tenaga Honorer disahkan. Menurutnya, selama PP tersebut belum disahkan, pihaknya belum bisa memastikan mekanisme pengangkatan para tenaga guru bantu nasional tersebut.

Apakah guru bantu itu langsung mendapatkan SK CPNS atau masih harus mengikuti seleksi dan bersaing antar sesama guru bantu? Yang jelas, setelah diterima menjadi CPNS mereka wajib mengajar di sekolah negeri baik tingkat SD, SMP, atau SMA.

Skenario pengangkatan dengan model seleksi antar sesama guru bantu nasional cukup beralasan, mengingat jumlah mereka cukup banyak. Jumlah guru bantu nasional yang direkrut pada 2004 mencapai 71.309 orang. Itu belum digabung dengan tenaga honorer nonguru. "Lebih jelas bagaimana nanti mekaniseme pengangkatannya, tunggu PP-nya," ucap Tumpak.

Sambil menunggu pengesahan PP tentang Tenaga Honorer, Tumpak menuturkan jika pihaknya sudah melaksanakan verifikasi sekaligus validasi data guru bantu nasional angkatan 2004. Pengecekan itu di antaranya untuk memastikan jika yang bersangkutan telah memegang SK Mendiknas dan keterangan bahwa selama ini mendapatkan gaji dari APBN atau APBD. BKN akan melansir nama-nama guru bantu nasional yang lolos verifikasi dan validasi setelah PP tentang Tenaga Honorer disahkan.

Sebelum proses pengangkatan guru bantu nasional ini berjalan, perlu ada pemetaan dan distribusi pegawai yang tepat. Terutama di tingkat dareah. Cara ini perlu supaya tidak terjadi ketimpangan jumlah pegawai di satu daerah dengan daerah lainnya. "Tenaga pendidik PNS harus tersebar secara merata," pungkas dia. Sumber: .jpnn.com

2 comments

  1. Tindak tanduk pemerintah terhadap guru bantu di DKI,merupakan tehnik politik tipu daya untuk mengulur pengangkatan menjadi PNS,kalaupun ada pengangkatan berkala tidak lebih untuk meredam gejolak yg ada di tubuh forum guru bantu dan sekarang sudah terbukti guru bantu sama sekali tidak termasuk kategori 1 dan 2.Untuk itu bagi guru bantu yg masih semangat berjuang untuk mendapatkan status pns sepertinya sudah jauh dari kenyataan,berharap sih sah saja, namun penghargaan negera terhadap guru bantu cuma isapan jempol.Sudahlah cukup berpolemik di negara yg rusak,rusak pd sistem birokrasi dan juga rusak dalam penerapan UU,tumpang tindih dalam membuat keputusan,dengan adanya peraturan siluman bayangkan UU no 48 tahun 2007 belum selesai dilaksanakan secara defakto dilaksanakan sudah keluar peraturan baru tentang falidasi data kepegawaian?ada apa ini loh UU no 48THN 2007 apakah itu cacat hukum bukankah UU yg ada sudah nyata dan guru yg adapun sudah di tes oleh negara?Dan memenuhi syarat untuk dianggkat jd pns? Bayangkan tahun 2007 lalu hampir semua guru bantu sudah masuk daftar DATA BEST BKN, namun data itu telah ditutup dan tidak di akses pd tahun 2008-2012. Sungguh aneh memang bayangkan sekelas BKN,Mampu menutup situs itu.apa itu bukan pembangkangan terhadap UU,bayangkan untuk membuat UU itu bukan gampang anggaranya juga besar,tapi apa nyana UU di negeri ini dibuat tidak lebih sebagai tehnik tipu daya,UU dibuat cuma atas ambisi sesaat,atau disebut juga dengan politik kepentingan dan pencitraan.Penghargaan terhadap UU yg dibuat Dewan justru mereka lecehkan sendiri.Untuk itu guru bantu mari kita sama-sama berjuang dalam melakukan perubahan total birokrasi di negeri ini dengan REVOLUSI! !!

  2. Repot amat sih… Masa tinggal ngumumin kok lama bgt… Jgn? Jgn? Jgn? Mau d jadikan alat…(^_^)

Leave a Reply

Content Protected Using Blog Protector By: PcDrome.