Saturday , 29 November 2014

Pemkot Surabaya Tetap Akan Rekrut CPNS

Pemkot Surabaya ngotot tak akan melakukan moratorium penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) tahun 2012, khususnya tenaga teknis. Pemkot tetap berkeinginan moratorium CPNS selama 18 bulan dari Oktober 2011 tidak ada untuk Surabaya.

Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat Kota surabaya Yayuk Eko Agustin menegaskan, kengototan pemkot ini ada dasarnya.  Sebab, kebutuhan pegawai PNS di lingkungan pemkot Surabaya memang cukup tinggi karena masyarakat yang dilayani mencapai 2,5 juta orang.

Menurut dia, jumlah pegawai di Surabaya sekarang ini hanya tinggal 19.700 orang dan itu berkurang karena tahun sebelumnya mencapai sekitar 21.000 pegawai. Jumlah pegaai sebanyak ini sudah tentu tidak sebanding dengan jumlah masyarakat yang dilayaninya. Apalagi setiap tahunnya PNS di pemkot ini mengalami penyusutan hingga 800 orang karena pensiun.

“Jumlah PNS Surabaya terus berkurang. Lha, kalau tidak dibarengi  dengan penerimaan CPNS lagi, kami khawatir akan terjadik ketidakseimbangan dalam pelayanan kepada masyarakat dan mengurangi tingkat pelayanan kepada masyarakat. Jadi kami akan tetap mengusulkan penambahan CPNS selain guru dan tenaga kesehatan,” kata Yayuk, Senin (5/9).

Ketidakseimbangan pelayanan yang dimaksud, katanya, satu pegawai akan melayani ratusan orang. Bila ini berlangsung lama sudah tentu kondisi ini membuat pelayanan tidak bisa maksimal. “Sekarang lihat saja di kantor kelurahan, pegawainya sedikit sehingga  pegawai yang ada harus pontang-panting mengurus berbagai persoalan di sana,” tegasnya.

Untuk itu pihaknya pada tahun 2012 ini mengajukan kuota 1.700 CPNS. Jumlah CPNS tersebut terdiri dari tenaga pendidik khususnya guru SD, tenaga kesehatan terutama dokter spesialis dan tenaga teknis lain. Artinya, tenaga tersebut memang sangat dibutuhkan oleh pemkot.

Untuk tenaga guru, memang masih banyak sekolah yang kekurangan tenaga guru, sehingga banyak guru yang merangkap banyak mata pelajaran. Demikian juga dengan tenaga medis yang dirasakan sangat kurang sehingga pemkot terpaksa  mengontrak

tenaga medis .”Tentu kondisi ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut sampai lama,” jelasnya.

Sebelumnya, pemkot menolak adanya moratorium yang dilakukan pemerintah pusat. Alasannya karena memang kebutuhan PNS di Kota Surabaya cukup tinggi. Di samping itu juga APBD yang dipakai untuk menggaji PNS dirasakan tidak akan mengurangi  jatah pembangunan mengingat APBD Surabaya cukup tinggi.“Khabar terakhir moratorium ini diberikan pada daerah yang memang jumlah pegawainya  banyak dan APBD-nya kecil. Sedangkan untuk kota besar dengan penduduk berjumlah besar seperti Surabaya belum diterapkan,” ungkapnya.

Jadi, lanjutnya, penerimaan CPNS selain untuk tenaga kesehatan dan guru masih boleh menerima CPNS untuk tenaga tekni. Artinya pemkot masih memiliki peluang untuk mendapatkan CPNS baru.

Wakil Ketua Komisi D DPRD Kota Surabaya Edi Budi Prabowo mengatakan, pemkot jangan mengejar tambahan CPNS baru dengan dalih kekurangan tenaga teknis. Tapi sebaiknya Pemkot memaksimalkan PNS yang dimilikinya. Saat ini masih banyak PNS yang tidak kebagian posisi. Akibatnya, masih ada penganggguran terselubung di tubuh PNS Pemkot itu sendiri. “Maksimalkan PNS yang ada dulu, baru kalau sudah maksimal minta tambahan kuota CPNS,” terang politisi asal partai Golkar tersebut. pur Sumber: surabayapost.co.id

Content Protected Using Blog Protector By: PcDrome.