Saturday , 20 December 2014

Sidikat Penipuan CPNS Antar Daerah Mulai Tercium Polisi

Polisi mencium adanya sidikat penipu dan pemalsu Surat Keputusan (SK) pengangkatan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dari penangkapan Dimyatin.

Menurut Kasat Jatantras Polda Metro Jaya, AKBP Audi Latuheru, menjelaskan bahwa penangkapan tersebut merupakan hasil kerjasama antara Polda Metro Jaya dengan Polda Jakarta Timur.

Menurutnya modus yang dilakukan adalah dengan cara mencari calon korban di daerah-daerah dengan dijanjikan bisa masuk CPNS di beberapa departemen seperti Departemen Perhubungan, Departemen Dalam Negeri, dan lainnya.

"Itu ia janjikan saat ini ada 20 lembar surat keputusan pengangkatan palsu di Dephub yang sudah ditanda tangani sekjen tetapi belum ditanda tangani menteri, mungkin ini modus untuk mencari uang lagi," jelas Audi saat ditemui di Polda. Setiap orang menurut Kasat Jantantras ini diminta uang Rp 40-80 juta, tetapi sudah ditunggu satu tahun tidak ada pengangkatan. 500 korban yang terkena tipu Dimyatin kebanyakan berasal dari Jawa Timur, Jawa Barat, dan daerah Jabodetabek.

Karena Dimyatin memiliki kaki tangan didaerah menurut AKBP Audi pun kemungkinan kejahatan ini memiliki sindikat terbuka lebar. "Indikasi ada sindikat itu masih ada," imbuhnya.
Untuk itu kepolisian menghimbau supaya masyarakat tidak cepat percaya dengan janji-janji akan bisa menjadi CPNS melalui calo dan untuk yang menjadi korban-korabn Dimyatin untuk secepatnya melapor ke polisi terdekat.[via]

Leave a Reply

Content Protected Using Blog Protector By: PcDrome.