200 CPNS Tertipu Hingga Rp3 Miliar
Sebanyak 200 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Gorontalo mendatangi kantor Wali Kota Gonrontalo untuk melaporkan kasus penipuan. Mereka tertipu hingga Rp3,3 miliar karena diiming-imingi menjadi pegawai negeri sipil (PNS).
Kasus tersebut baru terbongkar setelah ada laporan dari CPNS yang telah menyerahkan uang, namun belum juga menjadi PNS. Para CPNS itu mengaku memberi uang kepada HD, seorang PNS, melalui sejumlah kepala dinas dan anggota dewan.
Seorang Gadis Jadi Korban Penipuan CPNS Singkawang
Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) Kota Singkawang, Sofian Fachri, prihatin dengan nasib Bunga (nama samaran).
Gadis berusia dua puluhan tahun ini adalah korban penipuan dengan modus ditawari menjadi CPNS.
Hati-hati Surat Palsu Alokasi CPNS
Penipuan dengan sasaran calon pegawai negeri sipil (CPNS) terus berlangsung. Kali ini, Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi memutuskan jika surat permintaan penambahan usulan alokasi CPNS 2011 adalah bohong alias palsu.
Surat palsu yang berisi persetujuan rincian alokasi formasi CPNS 2011 tersebut, menggunakan kop surat Kemen PAN dan RB. Surat bernomor B/2313/M.PAN-RB/10/2011 itu, dilansir tanggal 23 Mei 2010. Selain itu, surat tersebut juga mencantumkan tanda tangan Men-PAN dan RB Everest Ernest (E.E.) Mangindaan. Selanjutnya, surat tersebut juga mencantumkan nama Sukardiana dengan nomor HP 085218666225 dan 02171109599 sebagai contact person.
Hati-hati, Penipu CPNS Bergentayangan
Tingginya jumlah tenaga honorer dearah yang menunggu pengangkatan menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dimanfaatkan para penipu. Dengan berbekal surat berkop Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN dan RB), para penipu menebar iming-iming bisa menetapkan Nomor Induk Pegawai (NIP).
Di antara surat tipu-tipu yang berhasil diperoleh Kemen PAN dan RB, ditandatangani Drs Ismuladi Iskhak. Dalam surat tertanggal 27 April tersebut, Ismuladi mencantumkan NIP 198601080103781631. Setelah diselidiki, nama Ismuladi Iskhak dengan NIP tadi tidak terdaftar sebagai PNS di instansi manapun. Dia membubuhkan tanda tangan atas nama Men-PAN dan RB.
Kasus Penipuan CPNS, Cawabub Tapanuli Tengah Terpilih Ditahan
Polisi menahan Syukran Jamilan Tanjung, calon Wakil Bupati Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) yang terpilih dalam Pemilukada Maret lalu. Dia dinyatakan tersangka dalam kasus dugaan penipuan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Pemerintah Kota (Pemkot) Sibolga, Sumatera Utara (Sumut).
Penahanan Syukran dilakukan, Kamis (14/4/2011) pagi, setelah tim penyidik melakukan pemeriksaan marathon terhadap tersangka Syukran dalam sebulan terakhir. Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Sibolga, AKP Agus Pristiono dalam keterangannya pada wartawan mengatakan, penahanan dilakukan untuk kepentingan penyidikan.
Hati-hati, Aksi Penipuan Menjelang Tes CPNS Mulai Marak
Aksi penipuan menjelang pelaksanaan tes calon pegawai negeri sipil di Provinsi Jawa Timur mulai marak. Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jatim Akmal Boedianto di Surabaya, Selasa, mengaku dalam beberapa hari terakhir banyak didatangi beberapa korban penipuan. "Mereka telah mengeluarkan uang Rp 25 juta hingga Rp 75 juta dengan membawa surat dari BKD dan ada tanda tangan saya," katanya.
Ia menyatakan, surat yang berisi tentang penerimaan CPNS tanpa melalui tes dan menjadi pegawai honorer tersebut palsu. "Makanya, kami mengimbau masyarakat agar tetap hati-hati, meskipun yang datang orang yang mengaku-ngaku pegawai BKD," katanya.
Tahu Penipuan CPNS? Kontak 08122780001 (Yogyakarta)
Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Yogyakarta meminta masyarakat tidak terjebak penipuan yang dilakukan oleh oknum tidak bertanggung jawab dengan memanfaatkan penerimaan calon pegawai negeri sipil Pemerintah Kota Yogyakarta 2010.
"Dalam beberapa pekan terakhir, BKD mendapat laporan dari masyarakat yang menjadi korban penipuan penerimaan CPNS," kata Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Yogyakarta Tri Widayanto di Yogyakarta, Selasa (21/9/2010).
Waspada Terhadap Penipuan CPNS!
Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Banten mengimbau tenaga honorer dan tenaga kerja kontrak (TKK) Pemprov Banten mewaspadai ulah oknum tidak bertanggung jawab yang menjanjikan jadi CPNS.
“Modus oknum tersebut mengaku memiliki kenalan atau link di BKN (Badan Kepegawaian Negara-red) di Jakarta. Untuk itu, kita imbau kepada TKK dan tenaga honorer jangan terpancing dengan penipu-penipu tersebut,” kata Kepala BKD Provinsi Banten Acid Syamsuri, kemarin.









