Soal CPNS 2018

Info Penting soal Penerimaan CPNS 2016 dari Jalur Umum

Penerimaan CPNS 2016 – Harapan para pelamar umum untuk mengikuti seleksi CPNS 2016 kandas sudah. Itu terjadi menyusul dengan keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Yuddy Chrisnandi untuk tidak menyelenggarakan seleksi CPNS dari jalur umum.

“Tahun ini tidak ada penerimaan CPNS dari jalur umum. Moratorium CPNS-nya kan diperpanjang sampai tahun ini,” tegas Yuddy kepada JPNN, Minggu (3/1).

Seleksi CPNS 2016, lanjutnya, hanya diperuntukkan bagi sekolah kedinasan saja, contohnya IPDN, STAN, Sekolah Ilmu Statistik, Sekolah Intelijen Negara, sekolah milik Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika.

“Jadi kalau ada info yang menyatakan ada penerimaan CPNS dari jalur umum itu bohong. Saya tegaskan, tidak ada penerimaan CPNS umum tahun in. Yang ada hanya lulusan sekolah kedinasan saja,” tandasnya.

Peniadaan seleksi CPNS dari jalur umum, salah satunya sebagai upaya pemerintah mengurangi sejuta PNS? secara bertahap hingga 2019. Pemerintah bertekad, belanja aparatur di APBN hanya sekitar 30 persen saja agar pembangunan infrastruktur bisa digenjot. Sumber: jpnn.com

Kisi-kisi Soal CPNS dan PPPK 2019

Check Also

Begini Caranya Daftar CPNS 2019 Pakai Nilai 2018

Peserta seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2018 yang lolos seleksi kompetensi dasar (SKD) berkesempatan …

33 comments

  1. Ko jalur umum moratorium kami kn wrg Indonesia berhak bekerja menjadi CPNS/PNS.
    Klo bisa review ulang CPNS/PNS klo emang anggaran belanja habisnya untuk bayar pns.. Adakn pensiun dini untuk yg tidak credible atau yang korup kn banyak tuh….supaya masyarakat bisa kompetensi menilai menjadi PNS itu bukan tolak ukur utama….Dewan,pemerintah,Menpan,Bkn,Bkd bersama-sama serius untuk review ulang PNS tanpa ada Moratorium.Buat apa sih tiap tahun bikin anggaran kalo masyarakat tidak ada dampaknya..

  2. udah main dota aja dulu , mana tau bisa universitas non-kedinas dinasan maju di cpns 2017

  3. Cuma bisa senyum liat pemerintahan sekarang.. andai Pak Prabowo naik.. outsourching dihapuskan.. honorer di agkat.. lulusan sarjana ndk mungkin jdi terkatung katung dan ngambang gk jelas… yg udah pilih pemimpin jgn menyesal.. nikmati saja sampai 2019 bru anda bisa jdi PNS.

  4. Katanya setiap warga negara indonesia mempunyai kedudukan dan payung hukum yg sama dalam hal penerimaan CPNS???. Tapi nyatanya dr jalur umum hanya d sediakan kuota u/ sekolah kedinasan milik negara saja. Lalu bagaimana dengan kami?. Yg bukan lulusan sekolah kedinasan???. Apa kami jg tidak berhak bersaing dengan mereka yg lulusan sekolah dinas???. Lalu dimana keadilannya?.

  5. PERLU KITA KETAHUI SEMUA, BAHWA PEMERINTAH TIDAK AKAN ADA KALAU BUKAN KARENA GURU,KARNA GURULAH YANG MEMANUSIAKAN MANUSIA……….JEPANG BUKAN PEMERINTAH YANG DI CARI OLEH APARAT NEGARANYA KETIKA DIJATUHI BOM DI KOTA HIROSIMA DAN NAGASAKI, TAPI YANG DICARI ADALAH GURU YANG MASI HIDUP.CAMKAN ITU.

  6. Wah..kasian nasib kami calon guru ug mw tes dr jalur umum..kenapa sekolah kedinasan aja yg d utamakan..tolong ingat kalo nasib calon guru n guru honor juga penting..sekolah kedinasan hrsx pake anggaran semdiri…jangan gabung dengan anggaran untk cpns jalur umum. Klw mw menghemat y jangan korupsi tp harus liat kehidupan n nasib para calon guru n guru honor

  7. lebih baik dikurangi aja para tikus – tikus kantor itu yang bisa menghabiskan uang negara, dari penerimaan cpns jalur umum di tiadakan,

    pak menteri tolong difikirkan lagi tindakannya

    apakah indonesia ini sudah adil…….?

    dan apakah indonesia ini sudah sepenuhnya merdeka…………?

  8. Mengurangi Belanja Apartur di APBN tapi menambah Lapang Korupsi pada penggenjotan pembangunan infrastuktur…

  9. saya sepertinya salah pilih pemimpin……:(

    • kenapa pemerintah tidak memikirkan tenaga honorer yang memiliki sk th 2005 sebelum PP48th 2005 terbit sudah 11th kami bekerja, tapi dengan entengnya para pimpinan yang berwenang berbicara silahkan tenaga honorer ikut test untuk menjadi PPPK, bersaing dengan mereka yang baru lulus msh fresh graduete, coba kalau anak mereka bernasib seperti kami…..

  10. Jadi guru honorer , nasibnya terkatung-katung.. Tiba ada cela secuil untuk mencoba peruntungan lain lewat jalur umum , eh malah ditutup seenak udel aja. Nah jadi para lulusan sarjana pendidikan yang terus menetas setiap tahun ini mau kemana ? Mau disalurkan kemana sementara selangnya ditutup rapat. Mau nunggu guru honor sebelumnya diangkat menjadi pns sampai kapan selesainya ? jika tidak ada wadah, tutup saja universitas2 keguruan di negeri ini ! Dilayar kaca selalu berkobar2 ngomong tentang pentingnya pendidikan utk terus diusung namun pada kenyataannya , para pemimpin terkait telah berubah menjadi penebar racun. Prihatin nasib “calon guru” !

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *